Jenis Sistem Pola


Salam,
Salah satu tahapan penting dalam proses Tailoring adalah membuat Pola. Setiap tailor biasanya punya pola yang sedikit banyak berbeda dengan tailor lainnya, tergantung jenis Sistem Pola yang ia gunakan. Metode membuat pola inilah yang disebut sebagai Sistem Pola. 

Sebuah pola dibuat setelah tahapan pengambilan ukuran selesai dilakukan. Meskipun pengambilan ukuran dan pembuatan pola adalah tahapan yang terpisah, namun satu sama lain punya saling keterkaitan yang sangat erat. Bisa dikatakan keduanya adalah satu paket yang utuh. Kenapa? Karena jenis Sistem Pola inilah yang menentukan ukuran apa saja yang perlu diambil.

Diantara Sistem Pola yang telah terkenal antara lain: C&T, Asz, Panaro, Paulin, meyneke dan lain sebagainya. Tetapi bila bila dilihat dari jenis metodenya, bisa di sederhanakan jadi dua atau tiga Sistem Pola saja. Mari kita perjelas satu persatu.

Sistem Langsung.
Sistem Langsung ialah Sistem Pola yang pembuatan polanya diambil dari ukuran klien/model dengan detail. Sistem ini tidak mengenal rumus. Tiap bagian tubuh klien/model diukur secara terperinci untuk kemudian diterapkan secara langsung pada pola. Sistem ini tidak memgenal rumus. Artinya, Setiap garis pola yang dibuat dengan menggunakan Sistem Pola ini adalah adaptasi langsung dari anatomi klien/model. Misalkan untuk menentukan jarak antara Garis Dada dan Garis Pinggang, Sistem Pola ini langsung mengukur jarak antara Garis Dada dan Garis Pinggang pada tubuh si klien/model. Karena itu, dibanding Sistem Pola ini membutuhkan ukuran yang sebanyak-banyaknya.

Kelebihan Sistem Pola ini adalah pada personalitasnya. Biasanya hasil pola yang dihasilkan punya bentuk shiluette yang sangat unik dan khas hanya untuk si model/klien. Tidak akan cocok untuk orang lain. Sedangkan kesulitan utamanya adalah pada tahap pengukuran. Titik-titik pada tubuh yang harus diukur membutuhkan presisi. Satu orang klien/model yang sama bila diukur oleh dua orang yang berbeda, seringkali menghasilkan angka yang berbeda. Inilah sebabnya biasanya yang mengambil ukuran dan orang yang membuat pola adalah satu orang yang sama.


Sistem Proporsi.
Sistem Proporsi adalah Sistem Pola yang pembuatan polanya didasarkan pada hanya ukuran-ukuran dasar yang kemudian diformulasi dengan menggunakan rumus-rumus tertentu. Ide dasarnya adalah untuk mencari bentuk/shape se-proporsional mungkin. Misalkan untuk menentukan posisi Garis Dada, maka bila menggunakan sistem ini, digunakan rumus-rumus tertentu, seperti [Lingkar Dada : 4 - 1] (setiap Tailor biasanya punya rumus/formula sendiri). Oleh karena itu, ukuran yang diambila bila menggunakan Sistem Pola Proporsi ini biasanya hanya ukuran-ukuran dasar. Semisal Lingkar Dada, Lebar Bahu, Lingkar Pinggang, Lingkar Pinggul, Panjang Baju dan Lengan bila untuk kemeja atau jas. Untuk ukuran lainnya, diolah dari ukuran-ukuran dasar tersebut.

Kelebihan Sistem ini ada pada kemudahan dan keamanannya. Aman yang dimaksud adalah bentuk yang dihasilkan biasanya tidak akan jauh dari bentuk standard. Kesulitannya adalah ketika bertemu dengan figur/atau postur yang tidak umum. Karena seringkali rumus-rumus yang digunakan akan tidak match/klop dengan bentuk orangnya.

Sistem Campuran.
Sistem campuran adalah Sistem Pola yang mengkombinasikan antara Sistem Langsung dan Sistem Proporsi. Untuk Sistem ini, ukuran yang diambil, selain ukuran dasar, juga diambil ukuran-ukuran tambahan. Semisal Lebar Dada, Lebar Punggung bawah dan lain sebagainya.

Sistem Campuran inilah yang lazim digunakan oleh Tailor-Tailor saat ini. Karena selain mempertimbangkan proporsi tubuh, juga tetap memperhatikan figur/postur si klien/model.

Setiap Sistem Pola punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Masing-masing punya cara yang berbeda ketika berhadapan dengan figur/postur tertentu. Tidak bisa dikatakan bahwa Sistem A atau Sistem B yang terbaik. Pada akhirnya akan kembali pada kecocokan selera Si Tailor dan Si Pelanggan.

Salam Pembelajar.



Batik. Dan mengapa saya menyebutnya pahlawan.

Batik Tailor
Salam,
Saya lahir dan besar di daerah yang pernah menjadi sentra batik lokal. Kami akrab dengan bau malam (bahan sejenis lilin) dan bermain dengannya. Meskipun ketika itu masa kejayaan batik daerah kami mulai memudar, kami masih bisa mendengar gaungnya dari masyarakat sekitar. Kami juga masih bisa merasakan betul manfaat jejak warisannya (legacy). 

Pada masa jayanya, kampung kami menjadi semacam roda penggerak  perekonomian bagi daerah sekitarnya. Bila dihitung, Ada puluhan rumah yang punya produksi batik. Tiap rumah produksi membutuhkan puluhan pekerja, laki-laki maupun perempuan. Pada zaman dimana ekonomi tidak sebaik sekarang, ini merupakan sebuah berkah yang besar. Warga kampung sangat terbantu dengan banyaknya peluang pekerjaan ini. Ibu saya (Allohu yarhamha) kebetulan termasuk diantaranya. Tugas beliau ketika itu adalah pencampur warna dan tukang nyolet (mewarnai). 

Tidak cukup disitu, peluang pekerjaan ini mengundang orang-orang luar kampung untuk berbondong-bondong datang  ke kampung kami mencari pekerjaan. Kadang kala kami masih mendengar kisah-kisah pencari kerja ini secara langsung ketika secara tidak sengaja kami bertemu dengan satu diantaranya. Mereka (pendatang pencari kerja) ini tidak terbatas pada pekerja batik saja. Banyak diantara mereka adalah pekerja-pekerja non-batik.

Bagi kami yang lahir setelah masa jayanya, sedikit banyak masih bisa merasakan banyak manfaat dari tinggalan-tinggalannya. Keberadaan listrik adalah salah satunya. Konon, kampung kami adalah salah satu daerah setingkat desa yang pertama kali mendapat aliran listrik dibanding kota/desa sekitar Sidoarjo. Manfaat lain yang dapat kami rasakan adalah keberadaan sekolah. Koperasi Batik adalah penggerak dan sumber utama pendanaan sekolah dikampung kami. Pendek kata, Batik adalah pahlawan bagi daerah kami.

Popularitas batik kemudian mengalami masa surut. Rumah-rumah produksi batik berguguran. Membanjirnya kain dan pakaian impor mungkin salah satu penyebabnya. Mungkin kita harus akui bahwa produksi tekstil kita masih kalah bersaing dengan tekstil luar. 

Tetapi pada tahun 2009, Batik sekali lagi jadi pahlawan, ketika UNESCO menetapkannya sebagai warisan dunia.  Kita mungkin kalah dalam produksi kain. Tapi dalam pengolahannya, kita punya teknik pengolahan yang diakui internasional. Batik menjadi semacam identitas dan kebanggaan. Ketetapan UNESCO ini kemudian di sambut oleh pemerintah dengan penetapan tanggal 2 oktober sebagai Hari Batik Nasional. Dan puncaknya Permendagri mengeluarkan keputusan tentang kewajiban pemakaian batik lokal bagi pegawainya.

Akibat dari semua itu, industri batik mulai menggeliat dan bangkit kembali. Daerah-daerah sentra batik yang sempat vakum produksi, perlahan-lahan bergerak memulai produksinya kembali. 

Bagaimana dengan dunia tailoring?
Dunia tailoring juga pernah mengalami masa kelesuan bersamaan dengan batik. Tapi seiring dengan maraknya penggunaan batik, dunia tailoring ikut terangkat. Kami tidak berbicara tentang Tailor-tailor kelas atas yang memang punya pangsa pasar dan pelanggan yang relatif stabil. Kita bicara tentang Tailor-tailor menengah ke bawah (seperti kami).  Maklum diketahui, pelanggan Tailor-tailor kelas menengah ke bawah ini 90% pelanggannya adalah Pegawai Negeri Sipil. Keputusan pemerintah tentang pewajiban penggunaan batik seolah darah segar bagi mereka. Dunia tailoring kembali semarak dengan pembuatan pakaian batik. Cobalah mampir ke Tailor langganan anda, liriklah etalase hasil karya mereka. Anda akan mendapati berbagai macam  batik bergantungan disana, mulai dari jenis pakaiannya sampai motif khas asal pembuatannya. Dari sudut pandang ini, bisa dikatakan batik juga pahlawan bagi dunia tailoring kita.

Inggris bisa berbangga dengan English-cut dan Saville Row-nya, Italy boleh berbangga dengan Neopolitan dan Napoli-nya, Jerman dengan West Berlin-nya, bahkan Vietnam boleh berbangga dengan Hoi Anh-nya. Tapi dunia tekstil dan tailoring kita patut berbangga dengan Batik.


Salam pembelajar.

Disclaimer : 
Belum lama ini viral di media sosial tentang polemik Batik vs Jubah. Postingan ini bukan untuk mendukung atau membantah salah satu pihak.



Sebuah kisah tentang upaya bunuh diri profesi secara massal


Salam,
Sebenarnya agak ragu-ragu juga untuk menceritakan kisah menyesakkan dada ini. Tapi karena blog ini dimaksudkan untuk mencatat segala hal seputar Tailoring dari sudut pandang pembelajar tailor,  maka kami putuskan untuk menulisnya. Dengan harapan agar sisi hitam ini bisa diminimalisir atau dihilangkan. Kami percaya bila kisah ini dilanjutkan, akan mengarah pada upaya bunuh diri profesi secara massal. 

Kisah ini sudah masyhur di kalangan tailor walaupun kami pribadi tidak mengalami sendiri. Kisah yang kami maksud adalah tentang praktek strategi marketing sebagian tailor kita.

Kisah ini dimulai ketika mall-mall /pasar besar mulai bermunculan di kota-kota besar. Sebagian toko-toko kain pun pindah kesana. Ada juga yang mulai membuka toko disana. Diikuti kemudian oleh para tailor-tailor besar dan kecil. Sampai disini tidak ada masalah. Malah dari sudut pandang konsumen, ini merupakan sebuah konsep one-stop shopping yang ideal. Seorang pelanggan bisa memilih kain di toko-toko yang bertebaran di sana dan memilih menjahit-kan langsung pada satu diantara tailor shop yang lainnya.

Ketika jumlah tailor yang tumbuh di mall/pasar besar itu semakin banyak, otomatis persaingan mulai terjadi. Awalnya kompetisi ini berlangsung secara sehat dan wajar. Mereka bersaing pada segi pelayanan dan kualitas jahitan. Tetapi dengan semakin meningkatnya persaingan, beberapa "oknum" tailor mulai menggunakan strategi marketing yang tak sehat.

Oknum-oknum tailor ini mulai mendekati pemilik dan karyawan toko  kain agar membantu pemasaran jasa mereka, dengan imbalan komisi. Bila seorang pelanggan datang ke toko kain tersebut, karyawannya akan mengarahkan pelanggan tadi pada oknum tailor yang memberi mereka komisi.

Pada titik ini, objek persaingan berubah, dari yang awalnya adalah pada segi kualitas jahitan dan pelayanan berubah menjadi persaingan besaran komisi. Seiring berjalannya waktu, persaingan jumlah komisi pun semakin membesar. Komisi awal yang besarannya masih bisa diterima akal, semakin lama semakin tidak masuk akal.

Untuk menutupi anggaran besaran komisi ini, oknum-oknum tailor ini mulai mengorbankan besaran gaji/ongkos-tukang per-jahitan para penjahitnya. Atau menunda / mengurangi kenaikan gajinya, sampai pada tahap yang membuat kita menggelengkan kepala. Keadaan ini kemudian diperparah dengan oknum-oknum tailor ini seringkali tidak punya penjahit tetap. Mereka menyerahkan jahitan mereka pada pengepul-pengepul jahitan. Baru kemudian sampai pada penjahit aslinya.

Bayangkan, sekitar 7 tahun lalu, jumlah komisi yang diberikan pada karyawan toko kain adalah sama dengan gaji penjahit asli  pakaian itu tadi. Katakanlah gaji penjahit jas untuk satu jas adalah 100 ribu, maka komisi toko karyawan toko adalah 100 ribu. Seorang penjahit yang membutuhkan keterampilan (yang dipelajarinya dalam waktu yang tidak sebentar) diberi ongkos setara dengan orang yang hanya bermodal ucapan. Proses menjahit yang berlangsung satu hari-an dihargai sama dengan kalimat tawaran cas-cus yang membutuhkan waktu beberapa menit!?

Untungnya, tidak semua tailor di mall/pasar besar menerapkan strategi pemasaran seperti ini. Kami angkat 10 jempol untuk para tailor yang lebih mementingkan persaingan kualitas jahitan dan pelayanan dibanding persaingan dari segi komisi.

Menjadi wajar, bila saat ini usaha tailor kekurangan sumber daya penjahit handal. Tidak lain karena daya tarik kesejahteraan profesi ini menurun tajam semenjak tahun 80-an.


Kami tidak tahu apakah kisah seperti ini masih terus berlangsung atau tidak (mudah-mudah tidak). Tapi kami percaya bila praktek seperti ini diteruskan, maka yang paling dirugikan adalah para penjahitnya sendiri dan profesi tailor secara keseluruhan . Dan akhirnya menjadi sebuah upaya penghancuran diri sendiri.

Atau jangan-jangan, ini (self destruction) memang sudah jadi watak kita? Sekali lagi mudah-mudahan tidak.

Salam prihatin.


Mengurai benang kusut perbedaan Interfacing dan Underlining

Perbedaan antara interfacing dan underling

Salam,
Beberapa istilah dalam tailoring bisa sangat membingungkan, bahkan bagi kalangan tailor itu sendiri. Salah satu diantaranya adalah Interfacing dan Underlining. Perbedaan istilah antara keduanya memang sama ruwetnya dengan benang yang kusut. Sulit untuk mengurai-kannya. Perbedaan ini semakin membingungkan karena seringkali merujuk pada benda yang sama. Satu benda yang sama, bisa disebut sebagai Interfacing juga bisa disebut sebagai Underlining. 

Lalu bagaimana cara membedakannya?
Mari kita urai satu persatu. Pertama, kita lihat definisi masing-masing.

  • Underlining adalah bahan pelapis yang diletakkan dibalik bahan utama sebagai penguat dan atau pengeras bahan utamanya.

  • Interfacing adalah bahan pelapis yang yang diletakkan dibalik bahan utama sebagai pemberi bentuk atau pembuat struktur.


Masih bingung?

Baiklah mari kita urai lebih dalam lagi. Dari definisi diatas, kita bisa membuat persamaan dan perbedaan antar keduanya.

Persamaan :
  • Keduanya adalah bahan pelapis yang diletakkan dibalik bahan utama (disisi buruk kain)
  • Keduanya bisa berupa fusible (berperekat) dan non-fusible (tidak berperekat)

Perbedaan :
  • Underlining  berfungsi sebagai penguat bahan utama. Artinya, underlining diletakkan dibalik seluruh bahan utama dan kemudian diperlakukan sebagai satu dengan bahan utama. Jadi, bahan utama dan underliningnya ini dianggap sebagai satu bahan.
Sedangkan,
  • Interfacing berfungsi sebagai pembentuk struktur. Artinya ia diletakkan hanya di sebagiannya saja. Yaitu pada bagian-bagian tertentu yang memerlukan bentuk atau struktur tertentu. Jadi, interfacing diperlakukan terpisah dengan bahan utama.

Dari perbedaan diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa perbedaan antara Interfacing dan Underlining adalah pada Fungsi dan diletakkannya diseluruh bahan atau bagian tertentu saja.

Sekarang mari kita ambil contoh bahan pelapis yang paling membingungkan, Tricot.

Apakah tricot itu Interfacing atau Underlining?
 Jawabannya, keduanya betul. Tricot bisa disebut interfacing dan juga bisa disebut sebagai underlining. Tergantung ia difungsikan sebagai penguat bahan atau sebagai pemberi bentuk. Kemudian apakah ia diletakkan dibalik seluruh bahan atau hanya dibagian-bagian tertentu saja. 

Bila tricot ini difungsikan sebagai penguat bahan utama dan diletakkan dibalik seluruh bahan utama, maka pada saat itu Tricot ini disebut sebagai Underlining

Bila tricot ini difungsikan sebagai pemberi bentuk dan diletakkan di sebagian bahan utama, maka pada saat itu Tricot ini disebut sebagai Interfacing.

Mudah, Kan?

Catatan tambahan : Perbedaan paling nyata  antar keduanya akan terlihat ketika bahan pelapis yang dipakai adalah non-fusible (tidak berperekat).

Mudah-mudahan benang yang kusut telah terurai

Salam Pembelajar

Grup facebook rekomendasi bagi para Tailor

Komunitas penjahit facebook



Salam,

5 tahun yang lalu, sebagai pembelajar tailoring, ketika pertama kali kenal dengan facebook dan media sosial lainnya, secara naluri saya mencari grup atau komunitas yang punya minat yang sama. Yaitu dunia tailoring. Berbagai keyword yang berhubungan dengan jahit-menjahit saya coba isi di kolom pencarian. Mulai dari "penjahit", "tailor",, "jas" bahkan "gunting" dan "jarum". Tapi tak ada satupun yang jumpai.

Tapi itu dulu, saat ini begitu banyak grup facebook tentang jahit-menjahit muncul dan berkembang. Ada yang sifat grupnya tertutup banyak juga yang terbuka. Beberapa ada yang peraturannya ketat, banyak juga yang longgar.

Keberadaan grup atau komunitas seperti ini tentunya menguntungkan banyak pihak. Disamping sebagai sarana sharing/berbagi ilmu tentang jahit-menjahit, juga sebagai penyemarak dunia tailoring kita. Bahkan, banyak juga pemilik akun yang notabene bukan penjahit ikut bergabung dengan grup-grup tersebut. Mungkin alasannya agar mengetahui trend jahitan saat ini, atau mungkin juga mencari referensi Tailor Shop untuk berlangganan.

Dalam grup/komunitas seperti ini, penjahit pemula bisa sangat terbantu dengan bertanya pada yang senior tentang kesulitan yang dihadapinya. Dari grup ini juga semua penjahit bisa saling pinjam foto hasil jahitan untuk dijadikan referensi model bagi pelanggannya.

Berikut ini, antara lain, senarai grup/komunitas facebook para penjahit yang direkomendasikan :

1. BMBS



Selamat bergabung di BMBS. 

1. Grup ini dikhususkan untuk belajar dan berbagi ilmu tentang tata busana dan segala hal yang terkait dengan benang dan jarum. 
2. Biasakan untuk membuka tutorial di album foto grup dan file grup sebelum bertanya. 
3. Dilarang membuat status iklan, baik terang terangan, samar ataupun iklan terselubung. 
4. Dilarang membuat status yang mengandung pornografi dan sara. 
5. Dilarang membuat status dan komentar yang provokatif, menyerang individu atau mengundang polemik. 
6. Karena beberapa hal, tidak semua pertanyaan bisa dijawab. Tetap bersabar dan belajar. 
7. Ajukan pertanyaan hanya melalui status di wall grup fb New BMBS. Pertanyaan via inbok messenger, wa, bbm, Line, sms dan semua yg bersifat private massage kepada mentor TIDAK dilayani. 
8. Private message hanya untuk menyampaikan keluhan, kritik dan saran. 
9. Admin berhak menghapus dan memblokir anggota grup yang tidak sejalan dengan Founder BMBS. 

Terimakasih. 
=======================================

Untuk sahabat BMBS yang ingin belajar hi berbagai jenis pola lewat Youtube,silahkan Subscribe akun Belajar menjahit bersama rajinrapi tailor. 
=======================================

  • Catatan Tambahan : (Menyusul alias menunggu keterangan tambahan dari Pendiri/Admin Grup (bila bersedia) )

2. Tailor Indonesia

  • Pendiri : Mas Karim.
  • Status : Publik / Terbuka.
  • Deskripsi grup :

Group Ini Untuk belajar dan mecari rejeki
Untuk Para senior kami harapkan berbagi ilmu nya
Untuk Para pemula silahkan belajar di group ini.
Untuk yg membutuhkan sesuatu bisa posting di sini.
Untuk yang menjual sesuatu juga bisa posting di sini.
IKLAN DAN JUALAN HARI SELASA SAJA
[di luar itu akan di delete admin tanpa pemberitahuan kepada pengiklan]
Khusus untuk produk yg di jual admin, semisal ingin jualan yg sama mohon ijin admin dahulu ya, jika admin ybs mengijinkan lanjut, Namun jika tidak mohon pengertian nya ya. silahkan jualan lwat japri.
Untuk yg posting berbau porno dan kerusuhan akan di block otomatis oleh admin.
semoga terjalin silaturahim yg baik menjadi ladang amal dan manfaat.
Berbagi selonggarnya, semampunya,, seikhlas nya.
  • Catatan Tambahan : (Menyusul alias menunggu keterangan tambahan dari Pendiri/Admin Grup (bila bersedia) )
3. Penjahit Indonesia


  • Pendiri : Alfian Taylor
  • Status grup : Private / Tertutup
  • Deskripsi grup :


PENJAHIT INDONESIA" MEMBUKA POSTINGAN REKAN2 ... SILAKAN MEMOSTING DAN MEMPROMOSIKAN HASIL JAHITAN,ATAU MENCARI LOWONGAN JAHITAN DLL... TANPA APPROVE DARI ADMIN ... KAMI ADMIN HANYA MEMANTAU POSTINGAN ANGGOTA JIKA ADA POSTINGAN YG MELANGGAR ATURAN BERBAU SARA ATAU PORNOGRAFI SILAKAN LAPORKAN KE ADMIN DI KOLOM "laporkan kiriman" MAKA KAMI TIDAK SEGAN2 MEMBANNED PERMANEN ... TERIMAKASIH ATAS KESADARAN ANGGOTA SEMUA..
SEMOGA BERMANFAAT..
SALAM BENANG...
SALAM PENJAHIT INDONESIA
  • Catatan Tambahan : (Menyusul alias menunggu keterangan tambahan dari Pendiri/Admin Grup (bila bersedia) )
4. Penjahit on Facebook



Bagi semua anggota,dipersilahkan
#yg mau bagi2 orderan,
#yg nyari karyawan,
#yg nyari mesin jahit
#yang posting hasil karya nya

Silahkan berjualan
#peralatan jahit
#bahan baku dengan harga murah dan kompetitif
#mari bergabung di sini....
#saling bertukar informasi.
#berbagi tips trik menjahit,pola,potong dan design
#tidak berjualan PAKAIAN JADI
#tidak berjualan obat2 an herbal
#tidak berposting trik penggandaan pulsa
#tidak berposting dengan bahasa ALAY
#intinya postingan harus berkaitan dengan dunia menjahit
  • Catatan Tambahan : (Menyusul alias menunggu keterangan tambahan dari Pendiri/Admin Grup (bila bersedia) )
5. Penjahit Jas Indonesia


  • Pendiri : Pewaris Tahta
  • Status grup : Private / Tertutup
  • Deskripsi grup :

KOSONG / BELUM ADA DESKRIPSI
  • Catatan Tambahan : (Menyusul alias menunggu keterangan tambahan dari Pendiri/Admin Grup (bila bersedia) )
6. Asian Tailor Group


  • Pendiri : Bulan Taylor (kalau salah mohon koreksi)
  • Status grup : Publik / Terbuka
  • Deskripsi grup :

Mari belajar bersama sama
  • Catatan Tambahan : (Menyusul alias menunggu keterangan tambahan dari Pendiri/Admin Grup (bila bersedia) )
Sebenarnya masih ada banyak lagi grup/komunitas yang lain (dalam list yang saya ikuti, ada sekitar 20-an grup). Tapi karena ruang di blog ini terbatas (ditambah lagi jari-jari saya linu akibat mengetik), barangkali sementara kita cukupkan pada daftar diatas.

Bagi anda yang berminat untuk bergabung dengan grup/komunitas penjahit diatas, silahkan klik nama grupnya. Tersedia banyak tutorial dan referensi model pakaian yang bisa anda manfaatkan. 

Akhir kata, perlu diingat, bahwa bergabung dengan grup/komunitas diatas, adalah mungkin seperti anda pergi ke pasar. Anda akan menemui banyak orang dengan berbagai karakter, jadi bijaklah dalam berkomunikasi di dalamnya. Sebagaimana di pasar, anda bisa mendapatkan emas, tapi anda juga bisa mendapat barang rongsokan. Beberapa barang (dalam hal ini pola atau tutorial)  yang mungkin cocok/sesuai untuk anda, beberapa yang lain sebaliknya. Jadi, pandai-pandailah memilah dan ujicobalah dulu sebelum anda guna-pakai.

Salam Pembelajar

Sekilas tentang interfacing pada jas; canvasing vs fusing


Bubat, buntut kuda, canvasing

Salam,

Secara harfiyah interfacing mungkin bisa diartikan sebagai Antar-Muka. Dalam dunia Tailoring, interfacing diartikan sebagai lapisan bahan yang  ditempatkan ditengah-tengah antara bahan utama dan vuring/lining. Fungsinya sebagai penguat/pengokoh dan penegas bentuk bahan utama. Bisa dikatakan di area inilah  rahasia tailoring (terutama jas) terletak.

Jenis interfacing sangat beragam, tapi bahasan kali ini, kita batasi seputar interfacing yang digunakan pada jas. Bisa kita bagi menjadi 2 kategori:

1. Fusible (mengandung lem yang akan aktif ketika dipanaskan)
Contoh interfacing fusible
Hantex

Koofner, hantek, fisilin, kain gula termasuk dalam jenis ini.
Cara menggunakannya sangat mudah. Kita tinggal potong bahan interfacingnya sesuai bentuk dan pada bagian- bagian yang kita inginkan. Lalu kita rekatkan interfacing tadi dengan menggunakan setrika atau mesin press

2. Canvas/ non fusible (tidak berperekat).
Canvas jacket
Bubat / buntut kuda


Bahan dasarnya,  kalau tidak salah, dari bulu binatang yang dirajut dengan bahan lain.

Sebenarnya jenisnya ada bermacam-macam (tergantung jenis bahan campuran, berat dan tingkat ke-kaku-annya ). Tapi ditempat kita tidak  banyak pilihan dan biasanya semua kita sebut  dengan istilah "bubat" atau "buntut kuda".
Cara menggunakan interfacing jenis ini sedikit lebih rumit. Ia memerlukan ketelatenan dan teknik yang lumayan.

Kedua interfacing diatas mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing.
 Dapat kita ringkas menjadi :

1. Fusing (koofner, kain gula dll)
Hasil teknik fusing
Contoh hasil fusing menggunakan hantex


Kelebihan :

  • proses pengerjaannya lebih cepat.
  • tidak terlalu memerlukan teknik tailoring tinggi karenanya dapat menyelamatkan kerut-kerut (puckering) akibat kesalahan pemula.
  • Harga lebih murah


Kelemahan :

  • Menghilangkan sifat asli bahan utama
  • Gulungan pada lapel tampak kaku dan kurang alami
  • Bentuk (shape) jasnya mudah berubah setelah beberapa kali cuci
  • Seiring waktu tingkat ke-rekat- an lem akan menurun sehingga menciptakan buble (semacam gelembung udara) antara kain utama dan interfacingnya


2. Canvasing/ non fusible (bubat atau bulu/buntut kuda)
Contoh hasil dari teknik rakit bubat/buntut kuda
Contoh teknik canvasing



Kelebihan :

  • Mampu mempertahankan sifat asli bahan utama (jadi bagian yg kita lapisi dengan  interfacing ini dan yang tidak kita lapisi akan tampak dan terasa sama)
  • Mampu membentuk gulungan lapel tampak alami dan indah.
  • Memungkinkan dilakukannya manipulasi bentuk (shape) pada area dada.
  • Bentuk (shape) yang dihasilkan akan tahan lama. Bahkan setelah berkali-kali dicuci
  • Bila dipakai berjalan, maka lambaian jasnya tampak alami (tidak terlalu kaku)


Kelemahan :

  • Waktu pengerjaannya lama.
  • Membutuhkan teknik tailoring yang lumayan tinggi
  • Harga lebih mahal
Itulah sekilas tentang interfacing. Kita jumpa lain waktu dengan pembahasan yang lain.


Catatan tambahan: ada banyak Tailor yang tidak menggunakan satu jenis interfacing saja (koofner saja atau bubat saja), tapi menggabungkan kombinasi keduanya

Salam Pembelajar

Mengenal Fitur-fitur Dasar Kemeja

Salam,

Kemeja, atau hem, dalam pandangan Tailor, termasuk jenis pakaian yang paling sederhana bila dibandingkan jenis pakaian yang lain. Akan tetapi bila dilihat dari segi variasi, maka kemeja adalah pakaian yang paling kaya akan variasi.

Banyaknya variasi pada kemeja, mungkin konsekuensi logis dari multi-fungsinya kemeja itu sendiri. Kemeja bisa dipakai untuk acara baik formal maupun informal/kasual. Tiap fitur variasi kemeja, biasanya mencerminkan per-untuk-an acara formal atau informalnya.

Awalnya fitur variasi ini punya semacam pakem yang tidak bisa dipadu-padankan sesuka hati. Namun Seiring berjalan dan berkembangnya mode dan semakin kaburnya batas antara pakaian formal dan informal, saat ini padu-padan fitur variasi ini dianggap sebagai sesuatu yang lazim. Meskipun pada beberapa fitur tertentu tetap ada semacam pakem yang tidak berubah.

Hampir tiap bagian dari kemeja punya varian sendiri, mulai dari krah sampai dengan ujung lengan. Mari kita bedah satu persatu varian dasarnya. Tapi harus diingat ini hanya varian dasar yang bila didalami sebenarnya varian dasar ini juga punya sub-varian yang banyak.

-Krah.
Pada bagian ini setidaknya ada 3 varian dasar. Berikut gambarnya :

Varian pertama
Variasi kemeja
Krah standard


Variasi kemeja
Krah standard dengan kancing ujung krah
Bila ujungnya diberi kancing.  lazimnya dipakai untuk informal/kasual.


Variasi kemeja
Krah standard dengan ujungnya melebar
Varian lain dari krah diatas, adalah yang ujung kerahnya melebar.
Tujuannya adalah untuk memberi ruang bagi ikatan dasi.


Next,

Variasi kemeja
Krah wing tip
Krah diatas biasanya disebut Wing Tip Collar.
Biasanya dipakai dengan menggunakan dasi kupu-kupu atau Bow Tie


Variasi kemeja
Krah takwa

Identik dengan pakaian tradisional dan religi

Sub varian lainnya
Variasi kemeja
Krah shanghai/manilan
Bedanya hanya pada celah diantaranya.

Kita lanjutkan ke bagian bahu depan.

Variasi kemeja
Yoke depan


Variasi kemeja
Anci tunggal

Variasi kemeja
Anci dobel


Kita lanjut pada variasi bukaan depan
Variasi kemeja
Bukaan standard


Variasi kemeja
Stol
Bukaan dengan variasi stol

Variasi kemeja
Kancing dalam
Kancing dalam/sembunyi.

Variasi kemeja
Bukaan polo


Lanjut ke bagian saku. Bagian yang paling kaya akan variasi.
Saku tunggal yang bawahnya lancip

Saku tunggal yang bawahnya sudut

Saku tunggal ujung bawahnya bulat

Saku dobel dengan tutup sudut.

Saku dobel dengan tutup sudut dan stol dalam

Saku dobel dengan tutup sudut dan stol luar

Saku dobel dengan tutup semi bulat

Tutup semi bulat dan stol dalam

Semi bulat dan stol luar

Saku dobel dengan tutup kelelawar

Tutup kelelawar dan stol dalam

Tutup kelelawar dan stol luar



Lanjut ke bagian bawah.
Bawah lurus tanpa belah

Bawah lurus dengan belahan

Bawah membulat

Lanjut ke bagian yoke (bahu belakang)
Yoke standard

Yoke standard dan stol dalam

Yoke standard dan stol luar

Yoke standard dengan floi samping

Yoke kelelawar dan stol dalam

Yoke kelawar dan stol luar


Lanjut kebagian ujung lengan.
Manset tanpa floi

Manset dan floi tunggal

Manset dengan dua floi

Polos


Semua variasi diatas adalah varian dasar. Ada banyak variasi lain yang mungkin jumlahnya kami sendiri tidak tahu. Dan disinilah menariknya kemeja atau hem. Anda bisa membuat variasi sendiri tanpa dibatasi pakem atau aturan tertentu. Batasnya adalah azas kepantasan. Jadi, mari berkreasi

Salam.