3 hal yang mesti dilakukan ketika pertama kali berkunjung ke Tailor

Salam,
Kali ini kami akan berbagi saran bagi anda belum pernah punya pengalaman berkunjung ke Tailor Shop dan berencana melakukannya dalam waktu dekat. Bila di toko pakaian jadi, anda membeli barang yang sudah ada. Artinya anda tinggal mencari jenis pakaian, ukuran dan harga yang sesuai untuk anda. Sedangkan di Tailor shop, barangnya belum ada. Pakaian itu baru akan di buat setelah anda memesannya. Agar pakaian yang anda pesan benar-benar sesuai dengan permintaan anda. Berikut ini 3 hal yang harus anda lakukan ketika pertama kali berkunjung ke Tailor Shop.

1. DRESS UP ; berdandanlah
Seorang Tailor di latih untuk selalu memperhatikan cara berpakaian setiap orang yang berkunjung ke tempatnya. Hal itu mereka lakukan setiap hari. Setelah dilakukan bertahun-tahun, hal itu menjadi semacam sikap mental yang bersifat otomatis bagi mereka.
ketika seorang pelanggan memasuki tokonya, secara otomatis dia akan memperhatikan cara berpenampilan pelanggan tadi. kemudian hal itu akan dicatat (dalam benak) sebagai preferensi default cara berpakaian penggan tadi. Apapun yang dikatakan oleh pelanggan tadi tentang pakaian yang akan di pesannya, seorang Tailor akan menjadikan kesan pertama ini sebagai titik acuan awal.
Bila seorang pelanggan datang dengan berpakaian bergaya kedodoran, Tailor akan mengingat bahwa cara berpakaian seperti ini adalah pakaian sehari-hari pelanggan tersebut. Ketika kemudian pelanggan tadi mengatakan menginginkan pakaian yang slim fit, misalnya. Tailor kemungkinan tidak akan berani membuat se-slim fit orang lain. Tailor akan memberikan kompromi atas kedua gaya tersebut.
Jadi, ketika anda berjalan memasuki Tailor untuk pertama kali, kenakan pakaian terbaik anda, terutama dari segi style dan kenyamanan anda memakainya. Jangan sekali2 memberikan kesan pertama yang salah pada Tailor, kalau tidak, anda akan kesulitan mendapatkan apa yang benar2 anda inginkan dari hasil karyanya.

Bila anda sudah punya kemeja sendiri dan hanya pesan jas pada Tailor, pakailah kemeja itu pada saat di ukur dan proses fitting. Agar Tailor bisa menyesuaikan jas pesanan anda dengan kemeja anda. Sering terjadi, pelanggan memakai kemeja yang berbeda dengan kemeja yang dimaksudkan untuk jadi setelan jas yang dipesannya,  akibatnya, ketika jadi, jas-nya tidak fit (pas) dengan kemejanya. Kerung lengan kemeja yang terlalu besar dibanding kerung lengan jas bisa membuat kerung lengan kemeja menyangkut dan membuat seolah-olah lengan jasnya terlalu panjang dibanding lengan kemeja. Ukuran lingkar dada kemeja yang terlalu longgar dibanding ukuran dada jas mengakibatkan bagian depan kemeja melipat terkumpul di bagian depan bukaan lapel jas. Dan lain sebagainya.

Jadi, jangan menipu Tailor dengan memberikan kesan pertama yang salah.

2. SPEAK UP; komunikasikanlah
Setiap orang punya gambaran sendiri tentang pakaian yang pas (fit) bagi dirinya. Begitu juga Tailor. Untuk mencapai hasil terbaik maka diperlukan saling tukar pikiran tentang gambaran pakaian yang pas (fit) dalam pandangan masing-masing. Bila anda punya foto atau gambar model dari pakaian yang anda inginkan, tunjukkan pada Tailor dan rundingkan apa yang pantas dan apa yang tidak bagi anda.

Hal lain yg perlu anda bicarakan dengan Tailor anda adalah per-untuk-an acara bagi pakain yang anda pesan. dengan mengetahui per-untuk-an acara, tailor bisa mengetahui prioritas apa saja yang ingin ditonjolkan dari pakaian tersebut. Misalkan, bila jas yg anda pesan adalah untuk acara pernikahan, maka Tailor dapat menyesuaikan bahwa prioritas utamanya adalah tampak luar dan faktor kenyamanan gerak menjadi nomor dua. Sebaliknya, bila jas pesanan anda bertujuan untuk dipakai sehari2 (bekerja) maka prioritas utamanya adalah kenyamnan gerak.

Terlepas dari permintaan, preferensi, dan style pelanggan, setiap Tailor punya semacam "style" tersendiri, yang berbeda satu sama lain. Style ini menjadi semacam "sidik jari" bagi Tailor yg sangat sulit untuk di ubah.
 Jadi, bila ini pertama kalinya anda berkunjung ke Tailor tersebut, mintalah contoh dari hasil kerjanya. perhatikan dengan teliti, lalu putuskan, apakah style Tailor yang anda kunjungi ini sesuai dengan style anda apa tidak.

3. RELAX; Santailah
Disamping cara berpakaian, hal lain yg diperhatikan oleh Tailor ketika seorang pelanggan memasuki tokonya adalah postur si pelanggan. Jenis postur ini akan jadi pertimbangan penting bagi Tailor untuk membuat pola.

 Setiap orang punya postur yg berbeda. Seringkali postur ini sedikit berubah ketika seseorang dalam keadaan atau suasana tertentu. Kecendrungan orang yg tegang, misalnya, pundaknya juga akan menegang. Yang mana akan sedikit merubah postur bahu orang tersebut. Orang yang nervous atau grogi bahunya cenderung menguncup dan punggungnya sedikit membungkuk. Dan lain sebagainya.

Jadi, walaupun ini pengalaman pertama anda berkunjung ke Tailor, santai saja lah. bersikaplah se-olah anda mengunjungi kawan lama.

Demikianlah 3 hal yang wajib anda lakukan bila pertama kali berkunjung ke Tailor. Sebagai catatan, bagaimanapun Tailoring adalah proses saling mengenal antara dua pihak, Pelanggan dan Tailor. Proses ini mungkin tidak cukup sekali. Artinya untuk mencapai hasil maksimal dari proses ini, mungkin akan membutuhkan beberapa kali pemesanan pakaian.

Terakhir, walaupun tidak wajib.
BE GENEROUS; jadilah dermawan.

Bila anda punya sedikit kelebihan rejeki dan anda puas dengan pesanan anda, berikanlah sedikit uang tip untuk penjahitnya (bukan bosnya). Ini akan meninggalkan kesan pada penjahit pakaian anda. Jadi bila lain kali anda memesan pakaian pada Tailor Shop yang sama, penjahitnya akan memberikan perhatian extra pada pakaian anda.

Salam Pembelajar

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Komentari dengan g+ (dilarang spam)