Jenis Sistem Pola

Salam,
Salah satu tahapan penting dalam proses Tailoring adalah membuat Pola. Setiap tailor biasanya punya pola yang sedikit banyak berbeda dengan tailor lainnya, tergantung jenis Sistem Pola yang ia gunakan. Metode membuat pola inilah yang disebut sebagai Sistem Pola. 

Sebuah pola dibuat setelah tahapan pengambilan ukuran selesai dilakukan. Meskipun pengambilan ukuran dan pembuatan pola adalah tahapan yang terpisah, namun satu sama lain punya saling keterkaitan yang sangat erat. Bisa dikatakan keduanya adalah satu paket yang utuh. Kenapa? Karena jenis Sistem Pola inilah yang menentukan ukuran apa saja yang perlu diambil.

Diantara Sistem Pola yang telah terkenal antara lain: C&T, Asz, Panaro, Paulin, meyneke dan lain sebagainya. Tetapi bila bila dilihat dari jenis metodenya, bisa di sederhanakan jadi dua atau tiga Sistem Pola saja. Mari kita perjelas satu persatu.

Sistem Langsung.
Sistem Langsung ialah Sistem Pola yang pembuatan polanya diambil dari ukuran klien/model dengan detail. Sistem ini tidak mengenal rumus. Tiap bagian tubuh klien/model diukur secara terperinci untuk kemudian diterapkan secara langsung pada pola. Sistem ini tidak memgenal rumus. Artinya, Setiap garis pola yang dibuat dengan menggunakan Sistem Pola ini adalah adaptasi langsung dari anatomi klien/model. Misalkan untuk menentukan jarak antara Garis Dada dan Garis Pinggang, Sistem Pola ini langsung mengukur jarak antara Garis Dada dan Garis Pinggang pada tubuh si klien/model. Karena itu, dibanding Sistem Pola ini membutuhkan ukuran yang sebanyak-banyaknya.

Kelebihan Sistem Pola ini adalah pada personalitasnya. Biasanya hasil pola yang dihasilkan punya bentuk shiluette yang sangat unik dan khas hanya untuk si model/klien. Tidak akan cocok untuk orang lain. Sedangkan kesulitan utamanya adalah pada tahap pengukuran. Titik-titik pada tubuh yang harus diukur membutuhkan presisi. Satu orang klien/model yang sama bila diukur oleh dua orang yang berbeda, seringkali menghasilkan angka yang berbeda. Inilah sebabnya biasanya yang mengambil ukuran dan orang yang membuat pola adalah satu orang yang sama.


Sistem Proporsi.
Sistem Proporsi adalah Sistem Pola yang pembuatan polanya didasarkan pada hanya ukuran-ukuran dasar yang kemudian diformulasi dengan menggunakan rumus-rumus tertentu. Ide dasarnya adalah untuk mencari bentuk/shape se-proporsional mungkin. Misalkan untuk menentukan posisi Garis Dada, maka bila menggunakan sistem ini, digunakan rumus-rumus tertentu, seperti [Lingkar Dada : 4 - 1] (setiap Tailor biasanya punya rumus/formula sendiri). Oleh karena itu, ukuran yang diambila bila menggunakan Sistem Pola Proporsi ini biasanya hanya ukuran-ukuran dasar. Semisal Lingkar Dada, Lebar Bahu, Lingkar Pinggang, Lingkar Pinggul, Panjang Baju dan Lengan bila untuk kemeja atau jas. Untuk ukuran lainnya, diolah dari ukuran-ukuran dasar tersebut.

Kelebihan Sistem ini ada pada kemudahan dan keamanannya. Aman yang dimaksud adalah bentuk yang dihasilkan biasanya tidak akan jauh dari bentuk standard. Kesulitannya adalah ketika bertemu dengan figur/atau postur yang tidak umum. Karena seringkali rumus-rumus yang digunakan akan tidak match/klop dengan bentuk orangnya.

Sistem Campuran.
Sistem campuran adalah Sistem Pola yang mengkombinasikan antara Sistem Langsung dan Sistem Proporsi. Untuk Sistem ini, ukuran yang diambil, selain ukuran dasar, juga diambil ukuran-ukuran tambahan. Semisal Lebar Dada, Lebar Punggung bawah dan lain sebagainya.

Sistem Campuran inilah yang lazim digunakan oleh Tailor-Tailor saat ini. Karena selain mempertimbangkan proporsi tubuh, juga tetap memperhatikan figur/postur si klien/model.

Setiap Sistem Pola punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Masing-masing punya cara yang berbeda ketika berhadapan dengan figur/postur tertentu. Tidak bisa dikatakan bahwa Sistem A atau Sistem B yang terbaik. Pada akhirnya akan kembali pada kecocokan selera Si Tailor dan Si Pelanggan.

Salam Pembelajar.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Komentari dengan g+ (dilarang spam)