Mengurai benang kusut perbedaan Interfacing dan Underlining

Perbedaan antara interfacing dan underling
Salam,
Beberapa istilah dalam tailoring bisa sangat membingungkan, bahkan bagi kalangan tailor itu sendiri. Salah satu diantaranya adalah Interfacing dan Underlining. Perbedaan istilah antara keduanya memang sama ruwetnya dengan benang yang kusut. Sulit untuk mengurai-kannya. Perbedaan ini semakin membingungkan karena seringkali merujuk pada benda yang sama. Satu benda yang sama, bisa disebut sebagai Interfacing juga bisa disebut sebagai Underlining. 

Lalu bagaimana cara membedakannya?
Mari kita urai satu persatu. Pertama, kita lihat definisi masing-masing.

  • Underlining adalah bahan pelapis yang diletakkan dibalik bahan utama sebagai penguat dan atau pengeras bahan utamanya.
  • Interfacing adalah bahan pelapis yang yang diletakkan dibalik bahan utama sebagai pemberi bentuk atau pembuat struktur.

Masih bingung?
Baiklah mari kita urai lebih dalam lagi. Dari definisi diatas, kita bisa membuat persamaan dan perbedaan antar keduanya.

Persamaan :
  • Keduanya adalah bahan pelapis yang diletakkan dibalik bahan utama (disisi buruk kain)
  • Keduanya bisa berupa fusible (berperekat) dan non-fusible (tidak berperekat)

Perbedaan :
  • Underlining  berfungsi sebagai penguat bahan utama. Artinya, underlining diletakkan dibalik seluruh bahan utama dan kemudian diperlakukan sebagai satu dengan bahan utama. Jadi, bahan utama dan underliningnya ini dianggap sebagai satu bahan.

Sedangkan,
  • Interfacing berfungsi sebagai pembentuk struktur. Artinya ia diletakkan hanya di sebagiannya saja. Yaitu pada bagian-bagian tertentu yang memerlukan bentuk atau struktur tertentu. Jadi, interfacing diperlakukan terpisah dengan bahan utama.

Dari perbedaan diatas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa perbedaan antara Interfacing dan Underlining adalah pada Fungsi dan diletakkannya diseluruh bahan atau bagian tertentu saja.

Sekarang mari kita ambil contoh bahan pelapis yang paling membingungkan, Tricot.

Apakah tricot itu Interfacing atau Underlining?
 Jawabannya, keduanya betul. Tricot bisa disebut interfacing dan juga bisa disebut sebagai underlining. Tergantung ia difungsikan sebagai penguat bahan atau sebagai pemberi bentuk. Kemudian apakah ia diletakkan dibalik seluruh bahan atau hanya dibagian-bagian tertentu saja. 

Bila tricot ini difungsikan sebagai penguat bahan utama dan diletakkan dibalik seluruh bahan utama, maka pada saat itu Tricot ini disebut sebagai Underlining

Bila tricot ini difungsikan sebagai pemberi bentuk dan diletakkan di sebagian bahan utama, maka pada saat itu Tricot ini disebut sebagai Interfacing.

Mudah, Kan?

Catatan tambahan : Perbedaan paling nyata  antar keduanya akan terlihat ketika bahan pelapis yang dipakai adalah non-fusible (tidak berperekat).

Mudah-mudahan benang yang kusut telah terurai

Salam Pembelajar

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Komentari dengan g+ (dilarang spam)